Kehidupan… terkadang sangat sulit bagi kita untuk mengenali kehidupan. Terlalu banyak rahasia di dalam kehidupan ini yang terkadang memaksa kita untuk tidak mempercayai kehidupan lagi.
Apakah mungkin ada kehidupan lain selain kehidupan ini..??
Semua itu adalah rahasia yang akan terungkap tepat pada waktunya.
Begitu juga disaat aku tertunduk lemas…
Aku juga bertanya pada diriku sendiri. Kemana kah aku harus melangkah…??
Aku merasakan bahwa jalanku yang biasa aku tapaki sudah tidak lazim lagi di sebut sebagai jalan kehidupan.
Ketika aku terlahir di dunia ini… aku di penuhi dengan kekurangan – kekurangan.
Kurang percaya, kurang memaafkan, kurang mengasihi, dimana semuanya itu hanya dibatasi dengan panca inderaku…
Sangat sulit bagiku untuk menemukan apa yang sebenarnya aku cari…
Disaat semuanya aku temukan, ternyata itu membuat aku tersadar dan terhenyak dari mimpi panjangku. Karena aku tahu, ternyata semuanya itu hanyalah sampah yang sangat tidak berarti.
Sekarang aku tersenyum dan membodohkan diriku sendiri atas semua yang telah aku lakukan. Mengapa dahulu aku sangat bangga dengan impian sampahku!
Dan ketika matahari kembali menyapa kehidupan ini, aku semakin tertunduk lemas dan menangis sejadi jadinya…karena semakin ia bersinar, semakin kentara semua impian sampahku….
Apa yang telah aku lakukan…???!!!
Mengapa semuanya diam…???!!
Aku telah melupakan hatiku sendiri.
Aku telah berpaling dari kebenaran…
Aku telah menyembunyikan wajahku dari keagungan…
Sementara itu , aku telah memaksa dan menyeret nyawaku untuk bertindak yang tidak di kehendaki….
Siapakah aku ini..???
Tapi ketika aku tidur, aku memimpikan sebuah kemenangan… kemenangan yang tidak pernah aku rasakan sekalipun dalam kehidupan ini. Kemenangan atas keegoisanku sendiri. Kemenangan yang seolah2 melunturkan segala kekuatiranku, ketakutanku, dan keterkekangan nyawaku oleh nafsu dagingku…
Apakah ini adalah harapan…?? Harapan yang akan mengubah kembali hidupku…
Sudah terlalu lama aku melangkah menjauh dari kebenaran. Sudah terlalu lama aku menulikan telingaku terhadap semua bisikan2 malakat penolong, sudah terlalu banyak aku memalingkan muka terhadap kekudusan yang dulu pernah menjadi penolong hidupku.
Sekarang semuanya telah berjalan di luar kendaliku. Semuanya telah berjalan dengan sebegitu buasnya sehingga kau sendiri sulit membedakan, apakah ini harapan atau jurang maut buat aku.
Sekarang aku lemah…
Aku mencoba kembali mengingat setiap kata yang telah di keluarkan hatiku.
Disaat aku berusaha keras mengingatnya, tiba2hatiku berkata…
“ apakah yang kamu miliki saat ini ??”
Aku tidak tahu apa yang harus katakana padanya. Karena aku sadar bahwa sejak aku mengijinkan keegoisan daging menguasai aku, saat itu aku telah kehilangan semuanya yang aku miliki. Aku hanya tertunduk dan menggelengkan kepalaku.
“ apa kah yang kamu miliki saat ini ??” kembali hatiku menanyakan itu kepadaku.
Aku hanya bisa menangis dan tertunduk dalam. Kembali aku menggelengkan kepalaku.
“ apakah yang kamu miliki saat ini ??” hatiku bertanya untuk yang ketiga kalinya.
…
…
…
Aku hanya terdiam. Beberapa saat kemudian aku menjawab “ harapan “.
“ kepada siapa kamu berharap ??”
“ kepada pribadi yang tidak pernah sekalipun meninggalkan aku . Pribadi yang sangat mulia… kepada Yesus Tuhanku.”
“ lalu mengapa kamu merasa bahwa kamu telah kehilangan semuanya ?” kembali hatiku bertanya…
“ karena aku merasa bahwa aku sudah terlalu jauh melangkah dan aku berpikir, apakah mungkin Yesus menemukan aku ?”
“ disaat kamu pergi menjauh, sedikitpun Dia tidak beranjak dari sebelahmu. Dia tetap setia berjalan bersama kamu, meskipun kamu telah berulang kali menyangkal kata2-Nya yang disampaikan-Nya lewat hatimu. Dia tetap berjalan bersama engkau “
“ apa yang harus aku lakukan…??”
“ berdoalah,bukalah pintu hatimu. Biarkan Dia masuk kedalam jiwamu, karena pada sesungguhnya Dia adalah satu-satunya harapan yang kamu Butuhkan”.
Ricky - Kataku
