Malam ini begitu sunyi…
Hanya detak jantung kesunyian yang aku dengar
Dimanakah aku…
Hingga aku pun tak tahu kemana mata kakiku menuntunku.
Sejenak aku terhenti dalam perjalananku…tapi kembali aku merasakan kesunyian yang teramat sangat.
Aku berpikir…apakah yang telah aku lakukan…??
Sontak denyut nadiku berhenti…jiwaku merontak…
Nyawaku bergetar dan jantungku hanya bergeming…
Aku melihat jejak langkahku. Dalam pandangan nanarku aku melihat jejak2 kakiku berteriak menyuruhku untuk berlari kembali.
Tapi untuk apa…???
Bukankah semuanya telah berakhir…??
Bukankah tembok api telah memisahkan tembok kasih yang agung itu…???
Aku termenung, dan mencoba menanyakan kepada hatiku..
“ apa yang kau inginkan…??”
“ apa yang telah membuatmu memberontak..??”
“ bukankah semuanya telah jelas, dimana malaikat api telah menancapkan pedangnya ke tanah, sehingga tak ada satupun makhluk di kolong langit yang layak mencabut pedang itu…..??”
Dan hatiku menjawab…
“ kau bodoh…kau dungu…mengapa kamu menutup mata hatimu, membiarkan keraguan membimbing mata kakimu yang telah lama menjadi budakmu…?”
“tanyakan pada nyawamu….biarkan dia bebas. Biarkan dia berbicara layaknya seorang satria perang yang telah menemukan kemenangan…kemenangan atas penjara yang telah kau ciptakan”
Tak cukupkah bagimu tangisan kerinduan kami pada mawar yang telah kau lepaskan…?
Mawar yang seharusnya menjadi putrid dalam singgasana istana kami.”
“sekarang,, semuanya telah usai…dan kami sama sekali tak mau berbicara padamu yang angkuh, yang penuh dengan kebohongan serta kecongkakan.”
Aku terdiam. Aku telah berdosa… aku telah mencampakkan hatiku.aku hanya berpikir, mengapa rasa ini sangat kuat..? rasa yang seharusnya tak tampak…rasa yang seharusnya aku sembunyikan, rasa yang aku kira telah mati.
Tapi, aku tidak akan berhenti melangkah…. Aku tidak akan kembali… karena sama sekali aku tidak akan mampu melawan api kudus malaikat penjaga mawarku. Meskipun sekarang hatiku sendiri telah menentang aku, menyalahkan aku atas semua yang telah terjadi,tapi aku tak akan membalas hatiku sendiri.
Karena hati hanya menuruti apa yang menurutnya baik, dia hanya bisa merasakan.tapi hati tidak akan pernah mempunyai naluri, dia hanya merasa takut ketika dia terancam, dan akan menangis ketika kehilangan.
Tapi, aku lebih tahu apa yang aku mau! Aku akan tetap berjalan dengan sebagian nyawaku.aku akan terus berjalan meskipun kakiku mungkin akan memberontak. Aku akan tetap berjalan. Dengan sehelai mahkota bunga mawar yang pernah duduk di singgasanaku. Setidaknya, disaat aku lelah dan lemah, aku akan melihatnya dengan tersenyum, meskipun aku sama sekali tidak mengetahui apakah tersimpan kepalsuan dalam senyumannya. Dan hanya nyawaku… dan nyawanya yang tahu.
Kegelapan bisa menghilangkan dunia beserta segenap keindahannya, tapi kegelapan sama sekali tak berkuasa atas kemurnian cinta. Dan itulah yang selama ini membuat aku tegak berdiri, meskipun aku telah kehilangan sebagian nyawa dan hatiku.
Ricky - Kataku

Tidak ada komentar:
Posting Komentar